IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
saran buat acara gewanshow
Tue Jul 13, 2010 1:10 pm by Anonymous
buat kak Abeth yang handle ni acara please adakan acara satu jam khusus TVXQ~~ Surprised and lo bisa jam siarnya ditambah~~ gomawoooo flower Very Happy

Comments: 1
Social bookmarking
Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of KHARISMA 95.5 FM COMMUNITY on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of KHARISMA 95.5 FM COMMUNITY on your social bookmarking website

Share | 
 

 BABIES SERIES Saling Berbagi Pengetahuan Seputar Dunia Bayi (0-12 bulan)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
Admin


Posts : 112
Join date : 30.06.10
Location : Pare - Kediri

PostSubyek: BABIES SERIES Saling Berbagi Pengetahuan Seputar Dunia Bayi (0-12 bulan)    Tue Jul 20, 2010 3:59 pm

Bro n sis, para keluarga muda..
Kita sharingkan disini ya,
segala hal yang berkaitan dengan dunia si bebi, kesayangan dan generasi penerus kita...
Mewaspadai Dampak Benturan pada Si KecilClick to open spoiler!
QUOTE
Mewaspadai Dampak Benturan pada Si Kecil

Senangnya melihat si kecil yang tengah asyik-asyiknya belajar dan mengeksplorasi dunia. Dengan semangat ia belajar memiringkan badan, berguling, merangkak, duduk berdiri dan berjalan. Energi si kecil seakan tidak ada habis-habisnya. Kalau tidak benar-benar capek, sepertinya ia tidak akan berhenti bergerak ke sana ke mari, mengambil ini itu, tarik sana, tarik sini, pindah dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk memenuhi rasa ingin tahunya terhadap dunia di sekitarnya. Sedikit saja orangtua atau pengasuhnya lengah sewaktu menjaga atau mengawasi, si kecil bisa jatuh dan terbentur.

Aktivitas si kecil memang memiliki risiko trauma. Bisa dibilang, masalah benturan yang dialami si kecil mungkin akan sangat mengkhawatirkan atau bahkan menimbulkan rasa bersalah dan ketakutan pada orangtua. Apalagi jika benturan itu terjadi dengan keras, pada kepala pula. Seperti diungkapkan oleh Dr. Setyo Handriastuti, Sp.A dari Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM), Jakarta, benturan pada kepala memang merupakan jenis benturan yang berbahaya.

Yamini Durani, MD dalam situs kidshealth.org menjelaskan, benturan pada kepala atau trauma kepala dapat dibedakan menjadi dua, yaitu trauma kepala yang bersifat eksternal dan internal. Trauma kepala eksternal mengenai bagian luar kepala (kulit kepala), dan trauma kepala internal dapat mengenai bagian dalam kepala seperti tulang kepala, pembuluh darah pada tulang kepala dan jaringan otak.

Trauma kepala eksternal bisa jadi tampak lebih menyeramkan, karena dapat mengakibatkan aliran darah yang sangat hebat atau benjol yang baru bisa hilang dalam beberapa hari atau bahkan minggu. Pendarahan yang banyak, terjadi karena pada kulit kepala terdapat banyak pembuluh darah yang jika pecah sedikit saja dapat menyebabkan pendarahan. Sementara benjol terjadi akibat merembesnya darah dari pembuluh vena ke bawah kulit kepala. Namun tentu saja, trauma kepala internal jauh lebih berbahaya, dan dapat menimbulkan efek yang lebih serius.

Pada kasus benturan pada kepala, perlu diwaspadai, tambah Handri benturan yang terjadi pada bagian samping. Di area ini ada arteri yang penting. Jika terjadi patah tulang tengkorak di daerah itu dan arterinya robek, itu berbahaya. Bisa terjadi pendarahan epidural,? kata spesialis syaraf anak itu menjelaskan. Begitu juga benturan yang mengenai bagian kepala belakang yang merupakan daerah batang otak yang mengontrol fungsi-fungsi vital, seperti fungsi pernapasan, fungsi kesadaran, dan fungsi jantung. Trauma kepala pada bagian ini juga bisa memberikan akibat yang fatal.

Namun, hal ini tidak berarti bahwa trauma pada bagian kepala yang lain tidak berbahaya. Pasalnya, guncangan yang terjadi dapat merambat ke bagian otak yang lain, kemudian menimbulkan perdarahan. Selanjutnya pembengkakan atau gumpalan darah bisa membuat otak menjadi terdesak. Akibatnya, fungsi otak terganggu dan mempengaruhi fungsi tubuh dan kemampuan anak. Misalnya, jika bagian otak yang terdesak adalah pusat bicara, maka fungsi bicara anak akan terganggu. Atau jika pembengkakan
mendesak pusat gerak pada otak, maka kemampuan anak untuk menggerakkan tangan atau kakinya bisa terganggu.

Pada kasus trauma kepala berat, kata Handri, anak bisa tidak sadar atau bisa mengalami koma. Nantinya, hal ini bisa m enyebabkan gangguan yang permanen, atau anak kembali tidak bisa melakukan apa-apa, tidak bisa bicara, gangguan motorik, bisa juga gangguan pada kognitifnya, kata Handri menambahkan.

Pasca jatuh
Menurut Handri, mekanisme jatuh sangat penting untuk diperhatikan orangtua ketika anak mengalami trauma kepala. Orangtua perlu memeriksa, misalnya, jatuhnya bagaimana, dari ketinggian berapa?. Jatuh dari ayunan pasti berbeda dengan jatuh karena terpeleset. Kalau jatuh dari ayunan kemungkinan lebih berbahaya, karena tinggi dan mungkin dengan kecepatan yang tinggi. Sementara jatuh terpeleset mungkin tidak terlalu bahaya, kata Handri.

Selain itu, tambah Handri, hal penting lainnya yang perlu dilakukan orangtua adalah mengamati dan memeriksa dengan cermat gejala-gejala yang timbul pada anak setelah jatuh. ?Gejala fisik yang terlihat seperti benjol atau tidak, memar dan lain adalah pertanda bahwa ada benturan kepala. Tetapi yang paling penting adalah gejala-gejala yang terjadi setelah jatuh, katanya.

Untuk mengetahui akibat jatuh, Dr. Irawan Mangunatmadja, Sp.A (K), seperti dikutip dari tulisannya pada situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan, orangtua perlu melakukan pemeriksaan sebagai berikut:

1. Yakinkan apakah anak sadar atau tidak. Hal ini dapat dilakukan dengan memanggil namanya atau menggoyangkan badannya.
2. Rabalah seluruh bagian kepalanya dengan sedikit penekanan, untuk memastikan adakah benjolan (hematom), nyeri, atau lekukan (fraktur kompresi) di kepala.
3. Bila ubun-ubun belum menutup, rabalah ubun-ubun apakah membenjol atau tidak. Ubun-ubun membenjol tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak, dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.
4. Gerakkan kepala, dan tangan kakinya untuk memastikan tidak ada patah tulang leher, bahu, tulang belakang atau ekstremitas.
5. Perhatikan dengan teliti: mata, kelopak mata, raut wajah atau senyumnya adakah perubahan?.
6. Pastikan penglihatannya tidak terganggu.

Menurut Irawan, beberapa gejala yang perlu diwaspadai setelah anak mengalami trauma kepala:

1. Anak tidak sadar, dapat disebabkan perdarahan dalam rongga kepala, atau akibat pembengkakan otak yang mengenai pusat kesadaran saat kepala terbentur.
2. Benjolan (hematom) di kepala terutama bila terdapat di daerah samping kepala (temporal), karena fraktur/retak tulang di daerah
tersebut dapat merobek pembuluh darah di dinding tulang kepala.
3. Terbenturnya kepala bagian belakang dengan keras dapat menyebabkan pembengkakan otak sehingga penglihatan menjadi terganggu atau buta dalam beberapa hari.
4. Terbenturnya bagian depan kepala dapat menyebabkan benjolan di pelipis awalnya. Pada beberapa kasus benjolan ini akan turun sehingga kedua kelopak mata atas menjadi bengkak.
5. Kekakuan di leher dapat disebabkan perdarahan subdural
6. Keluar cairan atau darah dari hidung dan lubang telinga.

Jika orangtua menemui gejala-gejala tersebut, Irawan menyarankan agar orangtua segera membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tetapi, tambahnya, bila gejala-gejala tersebut tidak langsung terjadi setelah anak terbentur, anak dapat diobservasi di rumah. Pengawasan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan setiap 2 -3 jam per hari sampai 3 hari setelah anak jatuh, terang Irawan.

Selama observasi orangtua perlu mengamati dengan cermat beberapa gejala serius yang mungkin dialami anak. Gejala-gejala tersebut menurut Irawan :

1. Anak menjadi tidak sadar atau tidur terus.
2. Anak menjadi delirium, bingung, dan iritabel.
3. Anak mengalami kejang atau kelumpuhan pada wajah.
4. Sakit kepala atau muntah yang menetap atau semakin bertambah.
5. Adanya kekakuan di leher.
6. Timbul benjolan di kepala terutama pada daerah samping kepala
(temporal).

Di rumah sakit, tambah Irawan, perlu dilakukan pemeriksaan kepala untuk melihat adakah fraktur tulang kepala atau perdarahan otak dengan CT Scan. Menurutnya, rontgen kepala, sekarang sudah tidak dianjurkan lagi. Pemeriksaan kepala dilakukan atas indikasi bila dicurigai adanya perdarahan otak dan tidak harus segera setelah jatuh. Ini disebabkan perdarahan otak dapat berlangsung sedikit demi sedikit, Irawan menjelaskan.

Jadi kalau anak jatuh, belum tentu semua harus di-CT Scan, belum tentu semua kasus jatuh harus dirawat, tergantung keadaan,? kata Handri. Kalau memang sehabis jatuh, anak OK-OK saja, ya diobservasi saja. Asal ada orang yang bisa mengamati dengan baik di rumah, diobservasi saja di rumah selama 48-72 jam setelah jatuh. Tetapi kalau begitu jatuh anak pingsan, kejang, atau muntah-muntah hebat, itu perlu CT Scan dan dirawat, urai Handri memberi kesimpulan.

Mencegah Lebih Penting
Dengan keaktifan dan rasa ingin tahu yang besar, tak mudah mencegah anak untuk sama sekali tidak jatuh. Namun setidaknya, orangtua dapat melakukan upaya pencegahan agar anak tidak mengalami trauma kepala.
Buatlah lingkungan seaman mungkin bagi anak, kata Handri menyarankan. Hal itu dapat diupayakan dengan menutup bidang-bidang runcing dengan pengaman atau memberi pagar pada tangga.

1. Jangan membiarkan bayi tanpa pengawasan, walau hanya sebentar.
Kecelakaan pada bayi sering terjadi karena orangtua atau pengasuh meremehkan kemampuan bayi, karena itu bayi kadang-kadang ditinggal tanpa pengawasan. Sekejap saja, bayi bisa berguling atau merangkak dan terjatuh dari tempat tidur. Kalau perlu tidak pakai tempat tidur, kasur saja digelar di lantai,? kata Handri menyarankan.
2. Jika orangtua ingin memberikan mainan yang bisa didorong atau dinaiki, pastikan kekuatannya terlebih dahulu, agar anak tidak
mudah terjatuh.
3. Jaga agar lantai tidak licin dan si kecil dapat bergerak dengan bebas tanpa takut terjatuh. Beri keset pada lantai di depan pintu
kamar mandi agar si kecil tidak mudah terjatuh ketika keluar masuk.
4. Perlengkapi si kecil dengan helm ketika mengendarai sepeda, bermain skateboard atau aktivitas fisik berisiko lainnya.
5. Pastikan si kecil mengenakan sabuk pengaman dengan benar saat bepergian untuk meminimalisir efek bila terjadi benturan.
6. Hati-hati terhadap penggunaan baby walker, terutama jika rumah
memiliki lantai yang berbeda ketinggian. Awasi benar-benar agar
bayi tidak jatuh, terpelanting di saat bergerak dengan kecepatan
tinggi dalam baby walker-nya.

Shaken Baby Syndrome
Hati-hati mengguncang atau menimang bayi. Salah-salah goyangan yang Anda lakukan untuk menghibur atau menenangkan bayi justru malah berujung bahaya baginya. Di luar negeri, sering dilaporkan terjadinya shaken baby syndrome yang umumnya terjadi pada anak dengan usia di bawah 2 tahun. Guncangan pada kepala itu terjadi baik karena ketidaksengajaan, maupun bentuk penyiksaan yang dilakukan orang dewasa kepada anak.

Menguncang-guncang bayi bisa berbahaya karena leher bayi masih terlalu lemah untuk menopang kepalanya yang berat. Akibatnya ketika goyang-goyang, kepalanya bisa terguncang-guncang ke belakang dan dapat menyebabkan cedera pada otak. Selain itu, otak bayi dan pembuluh darah yang menghubungkan tempurung kepada dan otak masih sangat lemah dan belum matang.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke mendefinisikan shaken baby syndrome sebagai suatu bentuk cedera kepala berat, yang terjadi ketika bayi diguncang cukup keras. Kerasnya guncangan menyebabkan otak bayi terkocok dan memantul ke tempurung kepalanya.

Hal ini dapat menyebabkan memar, muntah dan pendarahan otak. Selain itu, perdarahan juga bisa terjadi pada retina mata. Kasus yang ringan dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan belajar, gangguan gerak dan perilaku di kemudian hari. Namun pada kasus yang berat, shaken baby syndrome dapat menyebabkan anak meninggal, kalaupun sembuh dapat menjadi cacat.

Kasus yang sebagian besar menimpa bayi di bawah usia 1 tahun ini terjadi, karena orangtua, pengasuh atau orang dewasa lain merasa frustrasi saat berusaha mendiamkan bayi yang terus-menerus menangis. Dibandingkan dengan jenis guncangan atau timangan yang biasa, baby shaken syndrome menurut situs aboutshakenbaby.com, biasanya merupakan jenis goncangan atau timangan yang sangat kuat sehingga dapat membuat orang lain di sekitarnya merasa ngeri atau takut melihatnya. Tapi bukan berarti bayi tak boleh terguncang atau ditimang, yang perlu diperhatikan adalah lakukan dengan penuh kasih sayang dan hati-hati.

Source : inspiredkidsmagazine.com


[Close]

Duhh, jadi inget anak gw dulu pernah jatuh dari tempat tidur..
Itu gara-gara si suster lalai.. tapi ya gak sepenuhnya salah sih..
biarpun udah punya gambaran tentang progress tumbuh kembang bayi, tapi kan gak fix.. kondisi tiap-tiap bayi beda-beda..


Nah, waktu itu sebenarnya anak gw ya baru tahap guling2 ke kanan kiri..
Gak tau kenapa, mungkin saat itu udah berkembang lebih kali..
Dia kok bisa guling dan ngelompatin tumpukan bantal-guling besar di sisi dia...jatuh deh ke lantai..

Cuman, Thanks God! anak gw kok anehnya jatuh pas banget diatas guling, gulingnya ikutan jatuh..
Dia nangis, dan ajaib! dia sedang dalam kondisi telungkup diatas guling... Gw langsung cek keadaan dia.. telp ke dokter langganan, disuruh cek sekeliling kepala, ada benjolan atau reta gak! periksa kondisi bayi, pingsan? sadar? muntah2? ..ya gak lah, orang langsung nangis...
Gw laporin semuanya tentang kondisi terkini si kecil, dan dinyatakan tidak bermasalah, tunggu aja 24-48 jam...

Abis peristiwa itu... ada juga di tips diatas... tentang pencegahan/pengamanan!
Gw langsung minta sama si tukang langganan pabrik (secara gw tinggal di rumah dinas kantor) bikin pagar pengaman di sekeliling bed...
Karena anak gw gak mau tidur di box bayi, selalu rewel..

Sampai sekarang, dimanapun gw selalu cek kondisi dan berusaha pastikan lingkungan aman buat si kecil..

Semoga bermanfaat..
Kembali Ke Atas Go down
http://kharisma-fm.darkbb.com
Admin
Admin
Admin


Posts : 112
Join date : 30.06.10
Location : Pare - Kediri

PostSubyek: Suplemen Hanya untuk Bayi Kurang Gizi   Tue Jul 20, 2010 3:59 pm

Karena tidak percaya diri, ibu-ibu sering meminta dokter spesialis anak untuk memberikan suplemen untuk bayinya. Banyak alasannya; takut anaknya tidak cerdas, merasa anaknya kurang gemuk dibanding bayi lain, tidak yakin ASI yang diberikannya dapat menucukupi kebutuhan bayinya, dan lain sebagainya.

"Padahal sebetulnya, sejak lahir bayi sudah disiapkan oleh ibunya secara alami. ASI sudah mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang cukup," kata Dr. Tinuk Agung Meilany, Sp.A, dari RSAB Harapan Kita. "Sudah berimbang dan sudah sesuai dengan usia atau kematangan bayi," imbuh dokter anak dengan subspesialisasi nutrisi dan penyakit metabolik ini.

Artinya, bila bayi prematur lahir prematur, ASI ibunya adalah ASI untuk bayi prematur. Bayi cukup bulan, ASI ibunya adalah untuk bayi cukup bulan. Begitu juga kalau bayi lahir lebih bulan. Dengan catatan, ASI dihasilkan oleh ibu yang sehat dan gizinya baik. "Kalau ibunya sakit-sakitan, pasti produk ASI-nya berbeda dengan ibu yang sehat" tambahnya.

Pemberian suplemen pada bayi menurut Tinuk, hanya perlu diberikan jika kondisi ibu mengalami masalah, sehingga produksi ASI-nya kurang. Atau produksi ASI ibu cukup, tetapi anaknya ada masalah kelainan bawaan. Misalnya kelainan jantung atau kemampuan mengkonsumsi ASI per hari kurang, sehingga kurang gizi.

Kurang gizi biasanya ditandai dengan adanya kekurangan zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral. Sementara karbohidrat, protein dan lemak adalah 3 unsur pokok yang makro. "Itu semua sudah terkandung di ASI. Pada 6 bulan pertama, kalau ibunya sehat, anaknya sehat dan bisa mengkonsumsi ASI, suplemen tidak perlu lagi," tegas Tinuk lagi.

Menginjak usia 6 bulan, saat bayi belajar makan dan baru beradaptasi, ada kemungkinan asupannya kurang. Belum lagi kalau ibunya aktif bekerja, dan bayi tidak diberi makanan tambahan dengan gizi yang cukup, sementara ASInya mulai berkurang. Pada kondisi ini, dikhawatirkan bayi menjadi kurang gizi. Tetapi, "Kalau yang dimakan jumlahnya cukup, gizinya cukup, ya sudah tidak perlu lagi," katanya.

Tinuk mengingatkan, zat gizi yang dibutuhkan oleh pertumbuhan anak, harus mengacu pada pola gizi lengkap dan seimbang, dan tidak mengacu pada keunggulan satu jenis makanan saja.. "Misalnya, pada bayi yang berumur 9 bulan yang sudah mulai mengkonsumsi ikan. Karena ikan salmon itu bagus, orangtuanya setiap hari hanya memberi salmon saja. Lupa sayurnya, atau protein nabati lainnya," jelas Tinuk. Padahal, yang lebih diutamakan adalah variasi berbagai bahan makanan.

Kapan Perlu Suplemen?

"Bayi yang gizinya kurang, memang membutuhkan suplemen. Tetapi itupun tidak berarti bahwa semua yang kurang gizi harus diberi suplemen," urai Tinuk. Pemberian suplemen, juga perlu dipertimbangkan pada bayi yang sedang sakit, sehingga mengalami penurunan berat badan secara drastis. "Itu berarti, terjadi malnutrisi atau gangguan gizi sesaat. Untuk kembali seperti semula, perlu dibantu dengan memberikan tambahan," imbuhnya.

Sementara pemberian suplemen kecerdasan, menurut Tinuk tidak akan dapat mencapai hasil optimal jika hanya mengandalkan satu unsur pokok, yaitu nutrisi saja."Kalau nutrisinya dikejar-kejar tetapi anaknya dibiarkan terus sama pembantu atau baby sitter, pasti berbeda dengan anak yang dapat banyak stimulasi," katanya. Selain nutrisi, menurut Tinuk, dibutuhkan stimulasi dan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan kecerdasan anak.

Tolok Ukur Bayi Gizi Baik

- Terjadi pertumbuhan berat badan, dengan patokan:
0-3 bulan pertama, rata-rata 30 gram per hari, minimal 20 g.
3-6 bulan pertama itu, sekitar 20 gr per hari
6-12 bulan, sekitar 15-20 gr per hari.

- Tinggi dan berat badan bayi proporsional. Rangenya, 90%-110% dari proporsi tinggi dan berat badan ideal.
Kembali Ke Atas Go down
http://kharisma-fm.darkbb.com
Admin
Admin
Admin


Posts : 112
Join date : 30.06.10
Location : Pare - Kediri

PostSubyek: Cara Tepat Menggendong Bayi   Tue Jul 20, 2010 4:00 pm

Setelah 9 bulan merasakan hangatnya suasana dalam kandungan bunda, tubuh bayi baru lahir masih terus membutuhkan kehangatan tersebut. Menggendong dan memeluknya adalah cara tepat untuk menggantikan semua itu.

Menggendong bayi baru tampaknya gampang, tapi bisa juga merepotkan bagi yang tak biasa. Misalnya, tangan mana dulu yang sebaiknya menyentuh si kecil? Bagian mana dari tubuhnya yang perlu disangga? Kapan Anda dapat mengangkatnya? Jangan khawatir! Ikuti saja cara-cara berikut ini. Ditanggung Anda langsung mahir menggendong si buah hati!

• Ketika bayi Anda telentang di atas tempat tidur, sisipkan salah satu telapak tangan (tangan kiri, misalnya) di punggung dan bokongnya. Kemudian, sisipkan telapak tangan kanan Anda ke belakang leher dan kepalanya.
• Angkat si kecil secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah disangga oleh tangan kanan Anda.
• Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga dengan baik.
• Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain.
Kembali Ke Atas Go down
http://kharisma-fm.darkbb.com
Admin
Admin
Admin


Posts : 112
Join date : 30.06.10
Location : Pare - Kediri

PostSubyek: Kebanyakan Tidur Telentang, Kepala Bayi Rata?   Tue Jul 20, 2010 4:01 pm

Kebanyakan tidur terlentang atau pada satu sisi saja akan menyebabkan kepala bayi rata.---adakah cara mengatasi kepala bayi rata ini? Apakah berbahaya?

Kejadian kepala bayi rata karena kebanyakan tidur dengan posisi telentang semakin meningkat sejak 1990 karena adanya kasus SIDS atau kematian bayi mendadak yang banyak ditemukan karena pada bayi yang ditidurkan pada posisi tengkurap. Sehingga banyak orang tua yang menidurkan bayinya dengan posisi telentang untuk mengurangi kemungkinan SIDS ini.

Kepala bayi rata atau istilahnya “pe yang” atau gepeng atau apapun, adalah suatu kondisi yang terjadi karena pada saat bulan-bulan pertaa bayi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan posisi tidur telentang. Dan karena kepala bayi masih sangat lembut maka penekanan akan menyebabkan kepala bayi menjadi rata pada satu sisi secara temporer atau tidak menetap.

Jadi anda tidak perlu kuatir karena keadaan kepala bayi yang rata adalah MURNI fisik dan tidak menetap. Keadaan ini akan kembali ke normal dengan sendirinya suatu saat ketika bayi anda sudah mulai banyak bergerak, kepala sudah mulai kuat, mulai merangkak dll.

Salah satu cara untuk mencegah atau mengurangi terjadinya kepala rata adalah:

• Lebih sering meletakkan bayi pada posisi tengkurap atau perut. Yang sebaiknya dilakukan sewaktu dalam pengawasan.
• Secara bertahap rubahlah pandangan atau arah orientasi bayi anda ditempat tidur sehingga tidak berfokus pada satu arah saja. Misalnya bayi hanya selalu melihat ke arah kanan yang terdapat mainannya, maka cobalah untuk merubah pusat perhatiannya dengan meletakkan mainannnya berpindah arah sehingga bayi membalikan kepalanya ke sisi lainnya..

Jadi jangan kuatir, anda dapat mencoba tips diatas mudah-mudahan dapat membantu anda mengatasinya, dan ingat bahwa setelah kepala bayi kuat dan mulai banyak bergerak maka biasanya akan kembali normal.

source : infoibu.com


[Close]

"Urip Kuwi Wang Sinawang"
.: Soccer Area :. l Bluefame Soccer Room Indexing l Lounge Pecinta Bola l Fans Area : SS. Lazio l .: Community Area :. l Banjarnegara Gilar Gilar l Boso Dagadu - Walikan Jawa l Indexing Kota di Jawa Tengah l Lounge Jawa Tengah l .: HA :. l Index Selebritis Indonesia l
Biasakanlah untuk memberikan apresiasi terhadap postingan member lain...
0

* +
* -

* Report Icon Report
* View blog Blog This
* Back to top of the page up there ^
* Reply Icon MultiQuote
* Reply Icon Reply

#8 User is offline Davinsahan

*
* Mungkin Toekang ng-Index
*

* Add as Friend
* PM this member
* View blog

* Group: Elite Member
* Posts: 2,715
* Joined: 14-April 07

Posted 29 November 2008 - 05:52 AM
Manajemen ASI bagi Ibu BekerjaClick to open spoiler!

QUOTE
Manajemen ASI bagi Ibu Bekerja


Seringkali ibu-ibu bekerja mengalami dilema antara ingin memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dengan memberikan susu formula. Dengan alasan yang klasik ibu-ibu bekerja memilih untuk memberikan susu formula kepada bayinya.
Disini diuraikan mengenai bagaimana kita dapat mengelola ASI dengan berbagai jenis alat bantu. Dengan sedikit bersusah payah kelak ibu dan anak dapat memperoleh manfaat yang besar.

Memeras ASI bermanfaat untuk:
memberikan makan BBLR
menghilangkan bendungan
menjaga pasokan ASI saat ibu sakit
meninggalkan ASI untuk bayi saat ibu pergi atau bekerja
menghilangkan rembesan ASI

A. Memeras ASI dengan tangan
Semua ibu harus belajar memeras ASI. Ibu dapat mulai belajar selama kehamilan dan dapat menerapkannya segera setelah melahirkan. Memeras dengan tangan tidak memerlukan alat bantu sehingga seorang wanita dapat melakukannya dimana saja dan kapan saja. Memeras dengan tangan mudah dilakukan bila payudara lunak. Lebih sulit lagi bila payudara sangat terbendung dan nyeri.

B. Cara memeras ASI dengan tangan
Siapkan cangkir, gelas atau mangkuk yang sangat bersih. Cuci dengan air sabun dan keringkan dengan tissue/lap yang bersih. Tuangkan air mendidih ke dalam cangkir dan biarkan selama beberapa menit. Bila sudah siap untuk memeras ASI, buang air dari cangkir.

Cuci tangan dengan seksama
Letakkan cangkir di meja atau pegang dengan satu tangan lain untuk menampung ASIP.

Badan condong ke depan dan sangga payudara dengan tangan
Letakkan ibu jari sekitar areola di atas puting susu dan jari telunjuk pada areola di bawah puting susu.
Pijat ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada.

Sekarang pijat areola di belakang puting susu di antara jari dan ibu jari. Ibu harus memijat sinus laktiferus di bawah areola.
Tekan dan lepas, tekan dan lepas. Pada mulanya tidak ada ASI yang keluar, tetapi setelah diperas beberapa kali, ASI mulai menetes. ASI bisa juga memancar bila refleks pengeluaran aktif.
Peras areola dengan cara yang sama dari semua sisi agar yakin ASI diperas dari semua segmen payudara.

Jangan memijat puting susu itu sendiri. Jangan menggerakkan jari sepanjang puting susu. Menekan atau menarik puting susu tidak dapat memeras ASI. Ini merupakan hal yang sama terjadi bila bayi mengisap dari puting susu saja.

* Memeras ASI untuk BBLR atau bayi sakit
Ibu harus memeras sebanyak mungkin ASI setiap kali bayi perlu disusui. Bagi BBLR adalah 8 kali atau lebih sehari. Penting untuk memeras sesering dan sebanyak mungkin untuk mempertahankan pasokan ASI. Bila ibu memeras ASI lebih banyak daripada yang diperlukan bayi, ASIP dapat diberikan bagi bayi lain yang ibunya tidak dapat memeras cukup, atau berikan pada BBLR yang ibunya belum keluar ASI.

* Untuk mempertahankan pasokan ASI saat ibu atau bayi sakit
Ibu harus memeras ASI sebanyak dan sesering mungkin yang diinginkan bayi. Berikan pada bayi bila mungkin.

* Menghilangkan bendungan
Peraslah sesering dan sebanyak mungkin yang diperlukan agar payudara tetap nyaman dan menjaga kelenturan puting susu bagi isapan bayi. Beberapa ibu mungkin perlu memeras setiap kali sebelum menyusui. Pada ibu yang lain mungkin hanya perlu memeras satu atau dua kali sehari. Beberapa ibu mendapatkan bahwa kompres hangat atau pijatan lembut membantu ASI mengalir.

* Menghilangkan penetesan ASI
Memeras ASI cukup banyak untuk mengurangi tekanan pada payudara. Tidak perlu untuk memeras ASI banyak sekali.

C. Pompa listrik
Pompa listrik ASI lebih efisien dan cocok bagi pemakaian di rumah sakit. Tetapi, semua pompa mudah membawa infeksi. Hal ini sangat berbahaya bila lebih dari satu ibu menggunakan pompa yang sama.

D. Cara botol hangat
Ini merupakan teknik yang bermanfaat untuk menghilangkan bendungan, terutama bila payudara sangat nyeri dan puting susu tegang.

Cara menggunakan teknik botol hangat adalah:
- Cari botol besar (misalnya berukuran 1 liter, 700 ml, atau 3 liter) dengan leher lebar (bila mungkin).
- Mintalah keluarga untuk memanaskan sejumlah air dan isilah botol dengan air panas. Biarkan beberapa menit, untuk menghangatkan kaca botol.
- Bungkus botol dengan kain dan buang air panas.
- Dinginkan leher botol dan masukkan ke dalam puting susu sampai menyentuh kulit di sekelilingnya dengan ketat.
- Pegang kuat botol tersebut, setelah beberapa menit botol mendingin dan menimbulkan isapan lembut maka akan menarik puting susu.
- Rasa hangat membantu refleks pengeluaran, dan ASI mulai mengalir dan mengisap botol. Kadang-kadang bila wanita pertama kali merasa isapan ini, ia akan kaget dan menarik botol. Sehingga harus ditaruh lagi air panas dalam botol dan mulai kembali.
- Setelah beberapa saat, nyeri pada payudara berkurang dan memeras dengan tangan atau isapan sudah bisa dilakukan.
Kembali Ke Atas Go down
http://kharisma-fm.darkbb.com
Admin
Admin
Admin


Posts : 112
Join date : 30.06.10
Location : Pare - Kediri

PostSubyek: 5 jenis imunisasi wajib sebelum anak satu tahun   Tue Jul 20, 2010 4:02 pm

1. Imunisasi BCG, Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercle bacii yang hidup didalam darah. Itulah mengapa agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkan jenis basil tak berbahaya ini ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Celmette-Guerin)
2. Imunisasi Hepatitis B, Imunisasi ini merupakan langkah efektif untuk mencegah masuknya VHB, yaitu virus penyebab penyakit hepatitis B. Hepatitis B dapat menyebabkan sirosis atau pengerutan hati, bahkan lebih buruk lagi mengakibatkan kanker hati.
3. Imunisasi Polio, Imunisasi polio akan memberikan kekebalan terhadap serangan virus polio. Penyakit akibat virus ini dapat menyebabkan kelumpuhan.
4. Imunisasi DTP, Dengan pemberian imunisasi DTP, diharapkan penyakit difteri, tetanus, dan pentusis, menyingkir jauh dari tubuh si kecil.
5. Imunisasi Campak, Sebenarnya bayi sudah mendapatkan kekebalan campak dari ibunya. Namun seiring bertambahnya usia, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus Morbili.
Kembali Ke Atas Go down
http://kharisma-fm.darkbb.com
Admin
Admin
Admin


Posts : 112
Join date : 30.06.10
Location : Pare - Kediri

PostSubyek: Tanda Lahir Pada Bayi   Tue Jul 20, 2010 4:02 pm

Umumnya setiap bayi yang baru lahir memiliki bintik-bintik tertentu di tubuhnya, yang biasa dikenal dengan tanda lahir. Bahkan ada tanda yang berupa bercak luas di kulit.

Sebenarnya tanda ini tidak berbahaya, karena akan lenyap berangsur-angsur seiring bertambahnya usia bayi. Namun sering kali tanda semacam ini membuat orang tua cemas

Agar kecemasan Anda tidak berlebihan, kenali beberapa tanda lahir di tubuh bayi berikut ini :

Strawberi Naevus

Tanda ini berwarna merah cerah dan bisa muncul di bagian tubuh mana saja. Umumnya bisa membesar di bulan-bulan pertama kelahiran bayi. Namun akan menyusut setelah bayi berusia lebih dari enam bulan.

Tanda itu akan semakin menyusut sampai usia tujuh tahun dan diyakini 80% tidak akan membekas. Perlu dihilangkan hanya bila berada di dekat mata dan mengganggu penglihatan.

Portwine Stain

Tanda ini muncul di bagian wajah dan anggota tubuh dengan warna merah keunguan. Biasanya bersifat tetap, namun bisa disamarkan dengan make up atau dihilangkan dengan bedah plastik saat anak mencapai usia balita.

Belang Besar

Ada beberapa bayi yang lahir dengan bercak bewarna gelap yang lebih dikenal sebagai bercak café au lait. Umumnya tidak berubah, namun bisa ditutupi dengan kosmetika.

Bercak Biru Mongolia

Ditandai dengan warna biru memar pada sebagian kulit bayi. Biasanya muncul pada bayi yang berkulit gelap dan akan lenyap sebelum bayi berusia dua tahun.
Kembali Ke Atas Go down
http://kharisma-fm.darkbb.com
Admin
Admin
Admin


Posts : 112
Join date : 30.06.10
Location : Pare - Kediri

PostSubyek: MAIN YUUUKKK   Tue Jul 20, 2010 4:03 pm

Memang, tak ada yang lebih menyenangkan dari pada bermain dengan buah hati tercinta. Apalagi kegiatan ini bisa pula memperkuat rasa cinta dan kedekatan dengan Anda, “guru” pertamanya. Tapi perlu diingat bahwa ketertarikan dan rentang perhatian “murid kecil” anda ini berbeda - beda terhadap suatu permainan. Jadi, pemberian stimulasi Iewat permainan ini sebaiknya tidak berlebihan. Segeralah berhenti bermain dan beristirahat begitu si kecil memalingkan muka, mengalihkan pandangan matanya atau rewel. Pilihan permainan dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan keterampilan sesuai umurnya.

Meningkatkan keterampilan motorik kasar

Permainan berikut ini dapat meningkatkan kemampuan si kecil dalam menggunakan otot2 besar pada tangan, kaki, dan tubuh :

a. Bayi baru lahir – 3 bulan : main kaki dan tangan :
Caranya : Telentangkan bayi di atas alas yang rata. Sambil memainkan lagu pavoritnya, tekuk kakinya perlahan-lahan, lalu luruskan kembali. Lakukan beberapa kali. Setelah itu, pegang tangannya, dan gerakan turun naikperlahan lahan. Ulangi per¬mainan dalam posisi tidur menyamping atau tengkurap.
Manfaat : Membuat bayi sadar akan tuhuhnya. Pack awal kehidupannya, bayi tidak dapat membedakan antara tubuhnya dan tubuh Anda. Seiring dengan irama lagu yang anda nyanyikan, anda juga dapat membantunya melakukan koordinasi gerakan2 sederhana

b. Usia 4 - 7 bulan : ayo ambil bolanya
Caranya : letakan bola plastik kecil di atas gelas kertas diluar jangkauan sikecil.lalu, tunjukkan bagaimana cara mengambil dan menjatuhkannya. Bila perlu, geser bola hingga dekat dengannya.
Manfaat : Membantunya mengembangkan kemampuan koordinasi tangan, mata, dan kakinya. Selain itu, aksi meraih sesuatu akan member pemahaman dapa si kecil kalau ia dapat menggerakan tubuhnya – maju. Dengan begini ia akan bersemangat untuk merangkak kelak.

c. Usia 8 – 12 bulan : mana mainanku
Caranya : Bayi-bayi usia ini biasanya sudah mulai merangkak. Jadi, mengapa anda tidak bergabung saja dengannya. Sebelumnya tunjukanlah padanya anda menyembunyikan mainannya bersembunyi dibawah sehelai selimut yang dihamparkan didepannya. Lalu katakana, “ayo cari bersama sama”. Merangkaklah dibelakangnya (seolah olah sedang mengejarnya) dan membantu dia menemukan mainannya.
Manfaat : Selain melatih koordinasi dan kekuatan ototnya, permainan ini juga melatih daya ingatnya
Meningkatkan keterampilan motorik halusClick to open spoiler!

Dengan beberapa permainan ini, bayi dapat melatih keterampilan dan koordinasi otot2 halusnya. Misalnya otot2 jari tangan, jari kaki, pergelangan tangan dan bibirnya.

a. 0 – 3 bulan : hai kamu menangkapku
Caranya : Gelitik telapak tangan si kecil dengan jari tangan Anda. Saat dia menangkap jari tangan Anda, goyangkan saja sambil berkata, "Kamu telah menangkapku” biar seru, gerakan tangan anda keluar masuk genggaman tangannya.
Manfaat : Selain melatih otot-ototnya, upaya si kecil untuk menggenggam jari tangan anda memberikan keasikan tersendiri.

b. Usia 4 – 7 Bulan : tekan pipiku
Caranya : Pangku sikecil menghadap anda, bila perlu sanggah punggungnya. Gembungkan pipi anda, lalu kempiskan dengan jari telunjuk anda sambil mengatakan “puh” sambil sikecil menirukan hal yang sama dengan pipi anda. Tunjukkan pula padanya kalau ia menekan hidung Anda, Anda akan bersuara, "Beep-beep." Jika ia menarik kuping Anda, Anda akan menjulurkan lidah.
Manfaat : Permainan ini akan mengembangkan koordinasi tangan dan matanya. Selain itu, ia juga belajar kalau tangannya bisa jadi 'alat' untuk menyebabkan ter¬jadinya sesuatu.

c. Usia 8 – 12 bulan : kotak ajaib
Caranya : Masukkan beberapa benda kecil, seperti bola, bel, atau boneka, ke dalam kotak. Berikan kotak pada bayi Anda, lalu biarkan ia memeriksa isinya dan mengosongkan¬nya. Selanjutnya, lihat apakah ia dapat menaruh kembali semua benda ke dalamnya. Pada usia 9 bulan, Anda dapat melatihnya mengambil benda kecil dengan telunjuk dan dan ibu jarinya. Namun, ja¬ngan berikan benda atau mainan yang diameternya kurang dari 3 cm dan panjangma kurang dari 2 cm.
Manfaat : Tanpa disadari. si kecil belajar untuk mem¬bunyikan bet dengan menggerakkan pergelangan tanganya. atau menjatuhkan bola saat membuka tangannya.

Merangsang kepekaan sensoris

Coba beberapa permainan ini untuk merangsang kepekaan panca indranya

a. Bayi baru lahir – 3 bulan : lihat wajahku
Caranya : Pangku si kecil menghadap Anda (wajahnya kurang lebih 20-30 cm dari wajah Anda). Sambil bernyanyi dan melakukan kotak mata, turun naikan tubuhnya perlahan2 mengikuti irama lagu.
Catatan :Si kecil akan menikmati ayunan dan lagu yang Anda nyanyikan sambil mengamati ‘mainan' favorit¬nya, wajah Anda.

b. Usia 4 – 7 bulan : main gelitik
Caranya : Baringkan si kecil dalam posisi setengah duduk atau telentang. Lakukan gerakan seolah-olah Anda bersin sambil berujar "Haashiii!" dan tempelkan wajah Anda ke perutnya. Biarkan untuk beberapa saat (hal ini biasanya membuat sikecil tertawa geli).
Cara 2 : Mainkan jari-jari tangan Anda pada jari-jari kaki si kecil. Lalu, gerakkan jari-jari tangan Anda ke atas menyusuri tubuhnya sampai ke bawah dagunya. Gelitik sebentar dagunya sambil ucapkan suara¬suara tertentu.
Catatan :Ketika mengulangi perinainan ini, si kecil akan menikmati sensasi yang timbul sambil menan¬ti-nantikan aksi Anda selanjutnya.

c. Usia 8 – 12 Bulan : melukis dengan makanan
Cara : Umumnya, bayi senang bermain-main dengan mal:anannya. Jadi, tidak ada salahnya bila sekali¬sekali Anda membiarkannya melukis meja atau alas makannya dengan bubur, jeli atau krim mentega. Tunjukkan padanya bagaimana membuat lingkaran. garis, atau bentuk sederhana lainma.
Catatan : Si kecil pasti menikmati kegiatan ini. Apalagi, bila Anda lalu mengajaknya mandi husa untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang me-ncmpel di wajah dan tubuhnya. Asyik banget deh.

Menonjolkan keterampilan sosial

Melalui permainan berikut, Anda dapat mengasah kemampuan bayi Anda dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

a. Bayi baru lahir - 3 bulan : peniru kecil
Caranya : Letakkan bayi dalam posisi berbaring atau duduk menghadap Anda. Coba lakukan gerakan berikut ini secara berurut: keluarkan lidah Anda, buka mulut lebar-lebar, tersenyum, kerutkan atau kecap bibir, dan buat aneka suara menggoda. Selesaimelakukan satu jenis gerakan, katakan padanya, "Sekarang, kamu coba”, lalu beri kesempatan padanya untuk meniru. Atau, Anda dapat juga meniru ekspresi lucu si kecil.
Catatan : Selain belajar berinteraksi dengan Anda, permainan ini akan mengajar si kecil bagaimana rasanya berganti peran atau menanti giliran.

b. Usia 4 – 7 bulan : menjatuhkan barang
Caranya : Taruh keranjang di tempat ia biasa men¬jatuhkan barang. Lalu, berilah mainan yang tahan pecah, misalnya bola tenis atau bonelca empuk, untuk dijatuhkan ke dalam keranjang.
Manfaat : Sekarang aktor cilik Anda sadar bahwa ia punya penonton untuk setiap aksinya. Dan, ia lagi senang-senangnya menjatuhkan barang atau mainan sekadar 'memancing' reaksi Anda. Nah, kegiatan ini akan mengajarinya tentang scbab akibat. la juga akan terlatih untuk bersabar saat menanti Anda memberikan kembali mainannya.

c. Usia 8 – 12 bulan : ciluk ba
Caranya : Duduklah berhadap-hadapan dengannya. Letakan mainan kecil di salah satu tangan, lalu kepalkan kedua tangan anda. Bertanyalah padanya, "Di mana mainanmu “ Begitu ia berhasil menunjuk tangan yang benar , tukar letak mainannya dihadapannya lalu ulangi permainan tadi.
Catatan : Dapat membantu meningkatkan daya ingatnya dan member pelajaran padanya bahwa sesuatu atau seseorang pergi dapat saja kembali. Latihan ini juga akan memupuk rasa aman pada bayi sekaligus menyenangkannya.

Mendorong keterampilan berbahasa

Permainan ini akan membantu mengembang¬kan kemampuan bayi untuk berbagi informasi, mengekspresikan emosi, serta memperoleh penger¬tian dari orang dan lingkungan di sekitarnva.

a. Bayi baru lahir – 3 bulan : Tanya jawab
Caranya : lakukan kontak mata dengan bayi Anda, lalu bcrtam-alah. °Di mana dagumu'° Tirulah suara mcnclan, lalu bertanyalah “dimana dagumu?” sambil menggelitik bagian bawah dagunya. Ulangi untuk bagian tubuh yang lain. Jangan lupa gunakan suara2 dan espresi yang berlainan untuk masing2 anggota tubuh.
Manfaat : semakin banyak variasi, semakin mengasikan bagi si kecil. Walaupun belum mengerti apa yang anda katakana, ia belajar nada suara dan struktur bahasa berupa Tanya jawab dari suatu percakapan.

b. Usia 4 – 7 bulan : bermain music
Caranya : pada usia 6 bulan, sikecil mulai dapat menyusupkan huruf konsonan pada ucapannya. Tirulah ucapannya, misalnya : babababa atau mamamama, saat anda bermain music bersamanya. Letakan sebuah drum, ember plastic, atau kaleng bertutup diatas lantai dihadapannya. Bila perlu beri sikecil alat bantu untuk memukul, seperti sendok kayu. Kalau sikecil tidak mau memukul apapun, ajak bertepuk tangan sambil ucapkan “ba ba ba”
Manfaat : dapat membantu mengembangkan keterampilan mendengar juga akan belajar menikmati irama dengan tempo berbreda beda.

c. Usia 8 – 12 bulan : suara binatang
Caranya : letakan 3 buah boneka binatang. Misalnya anjing, bebek dan kucing, di atas lantai di hadapan anda berdua. Nyanyikan lagu tentang binatang. Saat anda menyebut nama seekor binatang, buatlah boneka binatang itu seolah2 menari sambil anda tiru suaranya. Lalu tanyakan pada si kecil yang mana bebek, bagai mana suarnya. Jangan cemas kalau sikecil diam saja. Tanyakan lagi padanya dan perdengarkan lagi suaranya.
Manfaat : kombinasi penglihatan dan pendengaran ini akan membuat bayi tertarik belajar berkata kata. Secara bertahap dia akan dapat merangkai kata2 sendiri.
Kembali Ke Atas Go down
http://kharisma-fm.darkbb.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: BABIES SERIES Saling Berbagi Pengetahuan Seputar Dunia Bayi (0-12 bulan)    Today at 3:15 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
BABIES SERIES Saling Berbagi Pengetahuan Seputar Dunia Bayi (0-12 bulan)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» My Bristlenose Babies
» Taylor PRO SERIES wireset *NEW*
» Primeval Series 3 Episode 5 the one with the Fungus Monster
» for sale 2004 grand prix comp g gtp 3800 series 2 supercharged
» Rumors about Series 5, Tennant & McGann (Spoilers?)

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
KHARISMA 95.5 FM COMMUNITY :: KHARISMA LOVE, SEX AND MARRIAGE :: Love and Marriage-
Navigasi: