IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
saran buat acara gewanshow
Tue Jul 13, 2010 1:10 pm by Anonymous
buat kak Abeth yang handle ni acara please adakan acara satu jam khusus TVXQ~~ Surprised and lo bisa jam siarnya ditambah~~ gomawoooo flower Very Happy

Comments: 1
Social bookmarking
Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of KHARISMA 95.5 FM COMMUNITY on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of KHARISMA 95.5 FM COMMUNITY on your social bookmarking website

Share | 
 

 Kumpulan Cerita DE MELLO Part-1

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
Admin


Posts : 112
Join date : 30.06.10
Location : Pare - Kediri

PostSubyek: Kumpulan Cerita DE MELLO Part-1   Tue Jul 13, 2010 10:40 am

KEBERUNTUNGAN

Ada orang yang bertanya kepada Sang Guru, apakah Sang Guru percaya pada keberuntungan.
"Tentu," jawab Sang Guru sambil mengerdipkan matanya."Dengan cara apa lagi kita dapat menjelaskan keberhasilan orang lain yang tidak kita senangi?"

APAKAH ALLAH ADA?

"Katakan kepada saya," kata seorang ateis, "apakah Allah itu sungguh-sungguh ada?"
Jawab Sang Guru, "Jika kamu menginginkan saya sungguh-sungguh jujur, saya tidak akan menjawab."
Para murid penasaran mengapa ia tidak menjawab. "Karena pertanyaannya tidak dapat dijawab," kata Sang Guru. "Jadi, Guru juga ateis?" "Tentu saja tidak. Orang ateis membuat kesalahan karena menyangkal kenyataan yang tidak mungkin dijelaskan." Setelah diam sejenak, ia menambahkan, "Dan orang teis
membuat kesalahan karena mencoba menjelaskannya."

KETINGGALAN ZAMAN?

Ketika seorang murid mengeluh bahwa spiritualitas Sang Guru perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman, Sang Guru tertawa keras-keras. Kemudian ia menceritakan kisah seorang pelajar yang mengatakan kepada seorang penjual buku, "Tidak ada buku anatomi yang lebih baru? Buku-buku yang ada di sini sudah berumur 10 tahun atau lebih!" Kata penjual buku, "Dengarlah, Nak. Tidak ada penambahan tulang apa pun dalam tubuh manusia selama 10 tahun terakhir ini." "Demikian pula halnya," sambung Sang Guru, "tidak ada
penambahan apa pun dalam kodrat manusia selama 10.000 tahun terakhir ini."

KEKURANGAN SANG ILMUWAN

Dulu ada seorang ilmuwan, yang menemukan seni untuk menciptakan kembaran dirinya begitu sempurna, hingga tidak mungkin orang membedakan yang ciptaan dari pada yang asli. Pada suatu hari ia mendengar, bahwa malaikat maut mencari dia. Maka ia menciptakan selusin kembaran dari dirinya. Malaikat bingung, tak bisa mengetahui, mana dari tigabelas sosok di mukanya itu yang sang ilmuwan. Maka ia meninggalkan
mereka semua dan pulang ke surga. Tetapi tidak lama, karena ia kenal kodrat manusia, Malaikat kembali dengan akal pandai. Ia berkata, "Tuan memang seorang genius, bisa berhasil menciptakan tiruan-tiruan dirimu
begitu sempurna. Namun aku menemukan suatu kesalahan dalam karyamu, perkara kecil saja."
Ilmuwan segera muncul keluar dan berteriak: "Tidak mungkin. Mana kesalahannya?" "Tepat di sini," kata malaikat, dan ia mengambil sang ilmuwan dari antara tiruannya dan dibawa pergi.

BELI BIBIT JANGAN BUAH

Seorang wanita bermimpi masuk ke sebuah toko baru di pasar, dan terkejut, menemukan Tuhan di belakang toko. "Engkau menjual apa di sini?" ia bertanya. "Apa saja yang menjadi keinginan hatimu," kata Tuhan.
Hampir tak berani percaya apa yang didengarnya, wanita itu memutuskan minta hal-hal paling baik, yang dapat diinginkan seorang manusia. "Aku minta ketenteraman hati dan cinta dan bahagia dan bijaksana dan bebas dari sakit." katanya, lalu sebagai pikiran kemudian ditambahkan, "Tidak hanya untuk saya. Untuk semua orang di dunia." Tuhan tersenyum. "Kukira, engkau menafsirkan aku salah, nak," kata-Nya. "Kami tidak menjual buah di sini. Hanya benih."

ASAL-USUL SEPATU

Seorang maharaja yang bodoh mengeluh karena jalan yang kasar membuat kakinya sakit. Maka ia memerintahkan agar seluruh negeri diberi alas kulit sapi. Pegawai istana tertawa ketika raja menyampaikan perintah itu kepadanya. "Yang Mulia, itu adalah suatu gagasan yang gila," serunya. "Mengapa harus mengeluarkan biaya yang sama sekali tidak perlu? Potong saja dua alas kecil kulit sapi untuk
melindungi kaki Yang Mulia!" Itulah yang dikerjakan oleh maharaja. Dan demikianlah lahir gagasan mengenai sepatu. Orang yang sudah mengalami penerangan batin tahu bahwa untuk membuat dunia tempat yang bahagia. engkau perlu mengubah hatimu - dan bukan dunia.

PETAPA DAN GAJAH

Pada suatu ketika adalah seorang raja di India yang mempunyai seekor gajah yang mengamuk. Gajah itu berkeliaran dari desa ke desa sambil menghancurkan segala sesuatu yang ia jumpai dan tidak seorang pun berani mengganggunya, karena gajah itu milik raja. Pada suatu hari seorang yang menyebut diri petapa akan
berangkat dari suatu desa. Orang-orang di desa itu mencegahnya karena gajah itu tampak di jalan dan menyerang orang-orang yang lewat. Orang itu bergembira karena sekarang ia mendapat kesempatan
untuk menunjukkan kebijaksanaannya yang lebih unggul, karena ia baru saja kembali dari belajar pada seorang guru yang mengajarnya untuk melihat Rama dalam segala sesuatu. "Oh, kalian orang bodoh yang malang!" katanya, "Apakah kalian sama sekali tidak mempunyai pemahaman mengenai hal-hal rohani? Belum pernahkah kalian diberitahu bahwa kita harus melihat Rama dalam setiap orang dan dalam segala sesuatu dan bahwa semua yang berbuat demikian akan memperoleh perlindungan dari Rama? Biarlah saya pergi. Saya tidak takut akan gajah." Orang-orang berpikir bahwa orang ini rohani begitu sama seperti gajah itu - begitu gila. Mereka tahu, tidak ada gunanya berbantah dengan seorang suci. Maka ia mereka biarkan pergi. Ia belum sampai ke jalan ketika gajah itu lari ke arahnya, mengangkatnya dengan belalainya dan
memukulkannya pada sebatang pohon. Orang itu mulai berteriak kesakitan. Untunglah pada saat yang genting itu pengawal-pengawal raja datang, menangkap gajah itu sebelum ia membunuh petapa yang dipermalukan itu. Orang itu sembuh sesudah waktu yang lama. Ia mulai bepergian lagi. Ia langsung menjumpai gurunya dan berkata, "Pengajaran yang engkau berikan kepadaku keliru. Engkau menyuruh saya
untuk melihat segala sesuatu diresapi oleh Rama. Persis itulah yang saya lakukan dan engkau lihat apa yang terjadi?" Guru itu berkata, "Engkau begitu bodoh! Mengapa engkau tidak melihat Rama dalam diri orang-orang desa yang mengingatkanmu akan gajah yang berbahaya itu?"

PEMUDA YANG BANYAK BICARA

Seorang pemuda yang sedang jatuh cinta berusaha selama berbulan-bulan untuk mengambil hati pujaannya, namun gagal. Ia merasa sakit hati karena ditolak. Namun akhirnya si jantung-hati menyerah. 'Datanglah di tempat anu pada jam anu,' katanya. Pada waktu dan di tempat anu tersebut, akhirnya si pemuda sungguh jadi duduk bersanding dengan jantung-hatinya. Lalu ia merogoh saku dan mengeluarkan seberkas surat-surat cinta, yang telah ia tulis selama berbulan-bulan, sejak ia mengenal si jantung-hati. Surat-surat itu penuh kata-kata asmara, mengungkapkan kerinduan hatinya dan hasratnya yang membara untuk mengalami kebahagiaan karena dipersatukan dalam cinta. Ia mulai membacakan semua suratnya itu untuk jantung hatinya. Berjam-jam telah lewat, namun ia masih juga terus membaca. Akhirnya si jantung hati berkata:
'Betapa bodoh kau! Semua suratmu hanya tentang aku dan rindumu padaku. Sekarang aku disini, bahkan duduk disampingmu. Dan kamu masih juga membacakan surat-suratmu yang membosankan itu!'
'Inilah aku, duduk di sampingmu,' sabda Tuhan kepada penyembahnya, 'dan engkau masih juga berpikir-pikir tentang Aku di dalam benakmu, berbicara tentang Aku dengan mulutmu, dan membaca tentang Aku dalam buku-bukumu. Kapankah engkau akan diam dan mulai menghayati kehadiranKu?'

MENGAPA ORANG-ORANG YANG BAIK MATI?

Seorang pendeta di pedesaan mengunjungi rumah seorang nenek tua anggota jemaatnya. Sambil minum kopi, ia menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh nenek itu. 'Mengapa Tuhan begitu sering mengirimkan wabah kepada kita?' tanya si nenek. 'Ya, ya, ya ...,' jawab pendeta, 'kadang-kadang orang menjadi begitu jahat, hingga perlu disingkirkan. Maka, Yang Mahabaik mengijinkan datangnya wabah.'
'Tetapi,' tukas si nenek, 'mengapa begitu banyak orang baik juga disingkirkan bersama yang jahat?'
'Orang-orang baik itu dipanggil untuk menjadi saksi,' pendeta menjelaskan. 'Sebab, Tuhan ingin menjalankan pengadilan yang adil bagi setiap jiwa.'

MOHON HATI YANG DAMAI

Dewa Vishnu sudah bosan mendengarkan permohonan salah seorang penyembahnya, hingga suatu ketika ia menampakkan diri di hadapannya dan berkata: 'Sudah kuputuskan, aku akan memberikan tiga hal, apa pun yang kau minta. Sesudah itu, tidak ada sesuatu pun yang akan kuberikan kepadamu lagi.' Penyembah itu dengan gembira langsung mengajukan permohonan yang pertama. Ia meminta, agar isterinya mati sehingga ia dapat menikah lagi dengan wanita lain yang lebih baik. Permohonannya dikabulkan dengan segera.
Tetapi ketika teman-teman dan sanak saudaranya berkumpul menghadiri pemakaman isterinya, dan mulai mengenangkan kembali semua sifat baiknya, penyembah ini sadar bahwa ia telah bertindak terlampau gegabah. Saat itu ia menyadari bahwa dulu ia buta terhadap segala kebaikan isterinya. Apakah ia masih bisa menemukan wanita lain yang sebaik dia? Maka ia memohon kepada dewa, agar menghidupkan isterinya kembali. Kini permohonannya tinggal satu lagi. Ia bermaksud tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, karena ia sudah tidak akan sempat memperbaikinya lagi. Ia bertanya kemana-mana. Beberapa kawannya menasehatinya, agar ia minta diluputkan dari kematian. Tetapi apa gunanya tetap hidup, kata kawannya yang lain, kalau badannya tidak sehat? Dan untuk apa sehat, kalau tidak punya uang? Dan apa gunanya uang kalau tidak punya sahabat? Tahun demi tahun telah lewat dan ia belum juga dapat memutuskan apa yang harus dimintanya: hidup, kesehatan, kekayaan, kekuasaan atau cinta. Akhirnya ia menyerah dan berkata kepada dewa: 'Berkenanlah kiranya Dewa memberi nasehat, apa yang sepantasnya saya minta?' Melihat kebingungan orang itu, Vishnu tertawa dan berkata: 'Mintalah hati yang damai, entah apa pun yang terjadi dalam hidupmu.'

CINTA ITU MELUPAKAN.

'Mengapa engkau selalu mengungkit-ungkit kesalahanku di masa lalu?' tanya sang suami. 'Kupikir, kau telah melupakannya!' 'Memang aku sudah mengampuni dan melupakannya!' jawab sang isteri. 'Tetapi aku ingin meyakinkanmu, agar engkau tidak lupa bahwa aku sudah mengampuni dan melupakannya.'

KURA-KURA

Seorang kaisar dari Tiongkok mendengar tentang kebijaksanaan seorang pertapa yang hidup di pegunungan utara. Dikirimnya utusan-utusan ke sana untuk menawarkan jabatan Perdana Menteri Kerajaan kepadanya.
Sesudah berjalan berhari-hari, sampailah para utusan itu di pertapaan. Mereka menemukan sang pertapa sedang duduk di atas batu karang, setengah telanjang, sambil mengail ikan. Mula-mula mereka sangsi. Inikah orang yang oleh Kaisar dihargai begitu tinggi? Tetapi setelah ditanyakan di desa sekitar, ternyata memang dialah orangnya. Maka mereka berdiri di pinggir sungai dan dengan hormat memanggilnya.
Sang pertapa menyeberang sampai ke pinggir sungai, menerima hadiah-hadiah dari para utusan dan mendengar permintaan mereka yang aneh. Ketika ia mulai mengerti bahwa Kaisar menginginkan dia, sang pertapa itu, untuk menjadi Perdana Menteri Kerajaan, maka ia mengangguk-anggukkan kepalanya dan tertawa terkekeh-kekeh. Ketika ketawanya telah berhenti, ia berkata kepada para utusan yang keheran-heranan: 'Kamu lihat kura-kura yang sedang mengibas-ngibaskan ekornya di dalam lumpur itu?'
'Ya, Tuanku,' kata para utusan. 'Nah, jawablah: Apakah benar bahwa setiap hari seluruh hamba istana berkumpul di kuil istana dan menyembah seekor kura-kura mati yang badannya disumpal kapuk dan ditempatkan di mesbah utama; seekor kura-kura dewata yang kulitnya dihiasi intan permata, mirah serta ratna mutu manikam?' 'Memang benar, Tuanku,' jawab para utusan. "Nah, apakah kiranya binatang kecil, yang mengibas-ngibaskan ekornya di lumpur itu mau berganti tempat dengan kura-kura dewata?'
'Tidak, Tuanku,' kata para utusan. 'Nah, pulanglah dan katakan kepada Kaisar, bahwa aku juga tidak mau. Aku lebih senang hidup di pegunungan ini daripada mati di dalam istana. Sebab, tak seorang pun dapat hidup dalam istana dan tetap sungguh-sungguh hidup lumrah penuh gairah.

DOSA TERBESAR

Tanya seorang pengkhotbah yang menganggap dirinya saleh, "Dalam penilaian Anda, apa dosa terbesar di
dunia ini?"
"Menilai orang lain sebagai pendosa," jawab Sang Guru.

PERDEBATAN

Sang Guru tak mau berdebat dengan siapa pun, karena ia tahu bahwa yang dicari oleh "pendebat" adalah pembenaran atas keyakinannya, bukan Kebenaran. Suatu ketika Sang Guru menunjukkan kepada mereka nilai sebuah perdebatan:
"Sepotong roti bermentega jatuh. Yang bermentega di sisi
atas atau bawah?"
"Tentu saja, sisi yang bermentega di bagian bawah."
"Tidak, sisi yang bermentega di atas."
"Ayo kita uji."
Sepotong roti diolesi mentega lalu dilempar ke atas. Jatuh.
Sisi yang bermentega berada di atas!
"Saya menang."
"Hanya karena saya membuat satu kesalahan."
"Kesalahan apa?"
"Saya mengoleskan mentega pada sisi yang salah."

OMONG KOSONG

Ketika Sang Guru berbicara tentang daya hipnotis kata-kata, seseorang dari bagian belakang berteriak, "Anda omong kosong! Jika saya mengatakan Allah, Allah, Allah, apakah itu akan membuat saya ilahi? Dan jika saya mengatakan dosa, dosa, dosa, apakah itu akan membuat saya jahat?" "Duduk, bajingan!" kata Sang Guru. Kontan saja, orang itu segera naik pitam. Mukanya merah padam. Ia terdiam sesaat, lalu dengan suara serak ia ungkapkan rasa tersinggung dan sakit hatinya. Sang Guru kelihatan menyesal sekali dan kemudian berkata, Maafkan saya, Tuan, saya memang khilaf. Saya sungguh-sungguh minta maaf atas kelancangan yang tidak termaafkan itu." Orang itu segera menjadi tenang. "Nah, kini kamu tahu jawabnya. Satu kata membuat kamu naik pitam dan yang lainnya menenangkan kamu," kata Sang Guru.

POHON CEDAR

Ketika Sang Guru mendengar bahwa hutan cedar sebelah telah terbakar, ia mengerahkan seluruh muridnya. "Kita harus menanam kembali pohon-pohon cedar," katanya. "Pohon cedar?" teriak murid tidak percaya. "Tapi pohon-pohon itu membutuhkan waktu 2.000 tahun untuk tumbuh besar!" "Oleh sebab itulah," kata Sang Guru, "tak boleh ada satu menit pun terbuang. Kita harus segera mulai."

KEPUASAN DAN PENDERITAAN

"Mengapa orang tidak bahagia? Karena mereka mengingat ingat apa yang mereka derita di masa lampau"
Jawab sang Guru. Ia menceritakan bagaimana ketika suatu kali ia berada di tempat tidur bagian atas di sebuah kereta api, pada suatu malam. Ia tidak bisa tidur, karena dari tempat tidur bawah seorang wanita terus-menerus mengeluh, "Oh, betapa hausnya saya ... Aduh, betapa hausnya saya." Terus-menerus suara keluhan itu terdengar. Akhirnya, Sang Guru turun ke bawah, berjalan melalui gang sepanjang kereta
api, mengisi dua cangkir besar dengan air, membawanya dan memberikannya kepada wanita malang itu.
"Bu, ini ada air."
"Oh, baik sekali Anda. Terima kasih."
Sang Guru kembali ketempat tidur. Ia menyamankan badannya dan ketika hampir pulas dari bawah terdengar lagi suara keluhan, "Oh, betapa hausnya saya tadi... Aduh, betapa hausnya tadi."

Sad Sad
Kembali Ke Atas Go down
http://kharisma-fm.darkbb.com
 
Kumpulan Cerita DE MELLO Part-1
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» what is (or was) your least favorite part of high school?
» Mello's room
» Pg Astray Red Frame With Clear Part
» Feeler for Cadillac Fleetwood Brougham F/S or part out
» Leftovers from 8 Impala part-outs...lots of good stuff left!

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
KHARISMA 95.5 FM COMMUNITY :: KHARISMANIA LIBRARY :: “ Sastra “ Corner-
Navigasi: