Air Susu Ibu (ASI) sudah dipercaya unggul dibanding susu formula. Satu keunggulan ASI ditemukan lagi. Menurut penelitian Universitas Illinois, Amerika Serikat, ASI mampu untuk melacak gen dalam usus bayi. "Untuk pertama kali, kami melihat ASI membuat jalur genetik yang sangat berbeda dari bayi yang diberi susu formula,” kata Sharon Donovan, profesor gizi dari Universitas Illinois, seperti dikutip dari laman Sciencedaily.com. Meski berat badan bayi yang diberi ASI sama dengan yang diberi susu formula, ASI mengandung komponen kekebalan yang mengurangi risiko bayi terkena semua jenis penyakit.
.
Dalam studi ini, Donovan menguji ekspresi gen usus dalam 22 bayi sehat (12 bayi diberi ASI dan 10 bayi diberi susu formula). Lalu mereka mengisolasi sel usus dalam kotoran bayi dan membandingkan ekspresi gen antara dua kelompok itu. Peneliti menemukan banyak perbedaan yang mengatur perkembangan usus dan menyediakan pertahanan kekebalan untuk bayi.
Usus bayi beradaptasi dengan sangat cepat. Usai keluar rahim yang steril, mereka harus mulai makan, dengan ASI atau formula.
Usus bayi juga mulai terjajah dengan bakteri. Usus belajar tentang bakteri yang buruk atau virus yang buruk dan melawannya. Usus juga mengenali makanan asing. Jika makanan itu baik, tubuh baik-baik saja dan tidak ingin mengembangkan respons kekebalan.
Namun jika makanan asing tidak sesuai, bayi bisa mengembangkan respons menolak, seperti dengan alergi makanan, penyakit peradangan usus, atau bahkan asma. "Bayi yang diberi ASI memberi respons lebih baik daripada yang diberi susu formula," kata dia.
Respons yang paling umum diberikan bayi adalah saat mereka kekurangan oksigen. Kurangnya oksigen merupakan faktor dalam munculnya penyakit necrotizing enterocolitis (NEC). Penyakit ini belum diketahui sebabnya. NEC menyebabkan jaringan dinding saluran pencernaan meradang dan bisa menyebabkan kebocoran usus. Faktor yang mendorong terserangnya NEC adalah bayi lahir prematur dan diberi susu formula. Di Amerika Serikat kasus ini per tahun mencapai 2.500 kasus dan tingkat kematian 26 persen.
Penelitian ini diharapkan bisa mengetahui kaitan ASI dengan penyakit NEC. Namun Donovan belum mengetahui bagaimana ASI mengatur perkembangan usus ini, dan kenapa bakteri dalam usus bayi yang diberi susu formula berbeda dengan bayi yang diberi ASI.